Pengetahuan

Kangin–Kauh: Matahari, Waktu, dan Orientasi Kehidupan

Kangin–Kauh: Matahari, Waktu, dan Orientasi Kehidupan

Memahami Kangin–Kauh sebagai orientasi ruang yang menghubungkan matahari, waktu, arah, manusia, alam, dan kehidupan. Literasi ini mengajak melihat orientasi ruang Bali bukan sekadar koordinat geografis, tetapi sebagai cara memahami cahaya, perubahan, konteks tempat, arsitektur, dan keberlanjutan kehidupan.

Kaja–Kelod: Antara Gunung dan Laut, Membaca Orientasi Gumi Bali

Kaja–Kelod: Antara Gunung dan Laut, Membaca Orientasi Gumi Bali

Memahami Kaja–Kelod sebagai orientasi ruang yang menghubungkan gunung, laut, hulu, hilir, manusia, dan kehidupan dalam konteks Gumi Bali. Literasi ini mengajak melihat bahwa arah dalam budaya Bali bukan sekadar koordinat geografis, tetapi juga cara membaca tempat, memberi makna pada ruang, dan membangun hubungan manusia dengan alam serta kehidupan.

Hulu–Teben: Memahami Arah, Nilai, dan Kesadaran Ruang Bali

Hulu–Teben: Memahami Arah, Nilai, dan Kesadaran Ruang Bali

Memahami konsep Hulu–Teben sebagai salah satu cara pandang dalam membaca arah, hierarki, dan nilai ruang dalam kehidupan Bali. Literasi ini mengajak melihat bahwa arah bukan sekadar persoalan geografis, tetapi berkaitan dengan orientasi, kesadaran terhadap tempat, hubungan manusia dengan alam, serta cara suatu ruang diberi makna dalam konteks desa, kala, patra.

Tri Mandala: Menata Ruang melalui Kesadaran akan Tempat

Tri Mandala: Menata Ruang melalui Kesadaran akan Tempat

Memahami Tri Mandala sebagai salah satu cara pandang dalam menata ruang Bali melalui pembagian hierarki Utama, Madya, dan Nista. Literasi ini mengajak melihat Tri Mandala bukan sekadar pembagian tiga zona, tetapi sebagai pengetahuan ruang yang mempertimbangkan nilai, fungsi, orientasi, hubungan, konteks tempat, dan kehidupan masyarakat.

Tri Hita Karana: Menata Hubungan, Bukan Sekadar Menata Ruang

Tri Hita Karana: Menata Hubungan, Bukan Sekadar Menata Ruang

Menggali Tri Hita Karana sebagai cara pandang tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan dalam memahami ruang kehidupan Bali. Literasi ini mengajak melihat bahwa penataan ruang bukan hanya tentang membagi ruang, menentukan fungsi kawasan, atau mengatur bangunan, tetapi juga tentang menjaga hubungan yang memungkinkan kehidupan berlangsung secara harmonis, berkelanjut

POLICY BRIEF 04 — DATA ADMINISTRASI DAN KEWILAYAHAN PROVINSI BALI

POLICY BRIEF 04 — DATA ADMINISTRASI DAN KEWILAYAHAN PROVINSI BALI

Pemutakhiran data administrasi dan kewilayahan Provinsi Bali sebagai fondasi penyelenggaraan tata ruang yang akurat, konsisten, terintegrasi, dan berbasis geospasial. Policy Brief ini membahas data wilayah darat dan perairan, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, pulau, Desa Adat, serta Wewidangan Desa Adat dalam kerangka Satu Data dan pengembangan GISTARUBALI–MaSIKIAN.

Bhuwana Agung, Bhuwana Alit, Gumi Bali: Memahami Ruang sebagai Kehidupan

Bhuwana Agung, Bhuwana Alit, Gumi Bali: Memahami Ruang sebagai Kehidupan

Menggali hubungan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit, serta makna Gumi Bali dan Jagat Bali sebagai ruang kehidupan. Literasi ini mengajak memahami penataan ruang dan arsitektur Bali bukan semata sebagai pengaturan fisik, tetapi sebagai bagian dari hubungan manusia, alam, budaya, spiritualitas, dan kehidupan antargenerasi.

Policy Brief 03 — Digitalisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui MaSIKIAN

Policy Brief 03 — Digitalisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui MaSIKIAN

Policy Brief 03 membahas transformasi digital penyelenggaraan penataan ruang melalui MaSIKIAN sebagai ekosistem data, informasi dan pengetahuan yang kolaboratif, interaktif, adaptif, dan naturalistik. Digitalisasi diarahkan untuk memperkuat integrasi data, informasi geospasial, kajian, partisipasi publik, pengambilan keputusan, serta pemantauan dan evaluasi penataan ruang Bali.