Sekilas TARUBALI – Portal Penataan Ruang Provinsi Bali

Sekilas TARUBALI

TARUBALI merupakan portal informasi dan layanan penataan ruang Pemerintah Provinsi Bali yang dikembangkan sebagai media publik untuk menyediakan informasi, data, dokumen, peta, regulasi, layanan, dan pengetahuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan penataan ruang di Provinsi Bali.

TARUBALI dikembangkan untuk mendukung keterbukaan informasi, transparansi, akuntabilitas, literasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik dalam penyelenggaraan penataan ruang. Melalui portal ini, masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dapat memperoleh informasi penataan ruang secara lebih mudah, terstruktur, dan kontekstual.

Seiring perkembangan kebutuhan penyelenggaraan penataan ruang, informasi yang diperlukan masyarakat tidak lagi terbatas pada dokumen tekstual. Informasi tersebut juga mencakup data geospasial, peta interaktif, regulasi, informasi layanan, pengetahuan tata ruang, dokumentasi kebijakan, serta kanal komunikasi dan partisipasi masyarakat.

Atas dasar kebutuhan tersebut, TARUBALI terus dikembangkan sebagai simpul informasi dan layanan penataan ruang Provinsi Bali yang menghubungkan berbagai sumber data, sistem informasi, layanan, dan pengetahuan dalam suatu ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

TARUBALI dan Ekosistem MaSIKIAN

Salah satu pendekatan yang mendukung pengembangan ekosistem informasi tersebut adalah MaSIKIAN (Manajemen Sistem Informasi Kolaboratif, Interaktif, Adaptif, dan Naturalistik).

MaSIKIAN dikembangkan sebagai inovasi dalam pengelolaan informasi penataan ruang dengan pendekatan kolaboratif dan integratif. Melalui pendekatan ini, berbagai platform dan sumber informasi dapat saling terhubung untuk mendukung penyediaan informasi, layanan, literasi, dan komunikasi penataan ruang.

MaSIKIAN Taru Bali 2026-1
Β 

Ekosistem tersebut antara lain mencakup:

  • GISTARUBALI, untuk informasi dan visualisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali Tahun 2023-2043 berbasis WebGIS;
  • SIGTARUBALI, untuk penyajian peta dasar dan tematik berbasis WebGIS dan platform Google MyMaps ;
  • SIMANDARA TARUBALI, untuk regulasi, NSPK, dan referensi rencana tata ruang dalam Perda/Perkada;
  • SIWITARI, untuk pelayanan informasi tata ruang dan penyajian peta RTRW Provinsi Bali Β berbasis WebGIS dan platform Google MyMaps ;
  • SIPRAWIRATARU, untuk pengetahuan dan literasi tata ruang; dan
  • SIDUMAS, sebagai kanal pengaduan masyarakat terkait indikasi permasalahan pemanfaatan ruang.
  • SOSIALISASI RTRW PROVINSI BALI , Sub-portal ini merupakan kanal khusus yang didedikasikan untuk percepatan penyebarluasan informasi mengenai produk hukum terbaru, yakni Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali Tahun 2023-2043
  • Media Sosial & Literasi Budaya (Fanspage MaSIKIAN Bali ), menjadi wadah literasi arsitektur tradisional Bali, termasuk pengenalan ornamen dan ukiran Bali tempo dulu. MaSIKIAN memanfaatkan kekayaan data public domain dan arsip sejarah dari KITLV, Collectie Tropenmuseum, dan Arsip Belanda untuk mengedukasi masyarakat mengenai evolusi ruang dan arsitektur Bali.
  • Kanal Edukasi & Personalisasi Inovasi ( Rahayu Gumi Bali) , Fokus pada konsep Naturalistik yang menyatu dengan alam, budaya, dan tradisi Bali

Platform dan kanal tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses terhadap informasi penataan ruang melalui berbagai bentuk media dan pendekatan sesuai karakteristik kebutuhan penggunanya.

Dari Portal Informasi Menuju Ekosistem Pengetahuan

TARUBALI tidak hanya diarahkan sebagai website penyedia informasi, tetapi dikembangkan sebagai simpul yang mempertemukan data, peta, regulasi, layanan, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, informasi penataan ruang dapat disajikan tidak hanya dalam bentuk dokumen, tetapi juga melalui hubungan antara ruang, data, kebijakan, layanan, dan pengetahuan.

Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan berbagai kelompok pengguna, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam memahami dan memanfaatkan informasi penataan ruang.

Arah Pengembangan TARUBALI

Pengembangan TARUBALI diarahkan untuk membangun tata kelola informasi penataan ruang yang:

Terbuka

Informasi penataan ruang tersedia dan semakin mudah diakses oleh masyarakat sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.

Terintegrasi

Data, peta, regulasi, layanan, dan pengetahuan dapat saling terhubung sehingga informasi tidak berdiri sendiri.

Spasial

Informasi penataan ruang didukung oleh data geospasial, peta digital, dan visualisasi spasial untuk membantu memahami hubungan antara kebijakan dan kondisi ruang.

Partisipatif

Masyarakat memperoleh ruang untuk mendapatkan informasi, menyampaikan pertanyaan, memberikan masukan, dan menyampaikan pengaduan melalui kanal yang tersedia.

Adaptif

Pengembangan portal mengikuti kebutuhan penyelenggaraan penataan ruang, perkembangan teknologi informasi, serta perubahan kebutuhan pengguna.

Berbasis Nilai dan Kearifan Lokal Bali

Transformasi digital penataan ruang tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal Bali serta prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk nilai Tri Hita Karana dan Sad Kerthi.

Mendukung Penyelenggaraan Penataan Ruang

TARUBALI dikembangkan untuk mendukung penyelenggaraan penataan ruang yang mencakup perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, pengendalian pemanfaatan ruang, pembinaan penataan ruang, dan pengawasan penataan ruang.

Integrasi informasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi penyelenggaraan penataan ruang, serta memperluas literasi masyarakat mengenai ruang dan pembangunan Bali.

Pada akhirnya, pengembangan TARUBALI bukan semata-mata mengenai teknologi informasi. Lebih dari itu, TARUBALI diarahkan menjadi bagian dari tata kelola pengetahuan penataan ruang Baliβ€”tempat data, kebijakan, peta, layanan, pengetahuan, budaya, dan masyarakat dapat saling terhubung.

TARUBALI β€” Satu Portal, Terintegrasi untuk Tata Ruang Bali.