01. Data dan Informasi Tata Ruang Wilayah
Basis Data, Informasi Geospasial, dan Dokumentasi Pengetahuan Penataan Ruang Bali
TARUBALI mendokumentasikan secara digital data dan informasi yang digunakan dalam penyelenggaraan penataan ruang Provinsi Bali.
Dokumentasi ini menghimpun data primer, data sekunder, data sektoral, data geospasial, dokumen kebijakan, hasil survei dan observasi, serta berbagai informasi pendukung yang diperlukan untuk memahami karakteristik wilayah, mengenali potensi dan permasalahan, melakukan analisis, menyusun rencana, serta mendukung evaluasi dan penyelenggaraan penataan ruang.
Data yang terdokumentasi melalui TARUBALI berasal dari berbagai sumber dan instansi sesuai kewenangan masing-masing. TARUBALI berfungsi sebagai simpul dokumentasi dan pengetahuan penataan ruang, yang menghubungkan data, sumber, metadata, peta, analisis, dan dokumen kebijakan agar dapat ditelusuri dan digunakan kembali secara sistematis.
DATA → FAKTA → ANALISIS → RENCANA → PEMANFAATAN → PENGENDALIAN → EVALUASI
Tabulasi Komprehensif Data Penataan Ruang RTRW Provinsi Bali
Struktur Tiga Tingkat
Tabulasi ini merupakan inventarisasi digital data dan informasi yang diperlukan dan/atau digunakan dalam proses penyusunan, peninjauan kembali, pemutakhiran, analisis, serta penyelenggaraan RTRW Provinsi Bali.
Struktur dokumentasi menggunakan tiga tingkat:
Level 1 — Rumpun Data
Kelompok besar data yang menggambarkan aspek wilayah.
Level 2 — Jenis/Kategori Data
Pengelompokan data sektoral atau tematik.
Level 3 — Komponen/Atribut Teknis
Rincian data yang dapat digunakan untuk analisis, pemetaan, penyusunan rencana, evaluasi, dan pengambilan kebijakan.
Tabulasi ini bersifat dinamis dan dapat diperbarui seiring tersedianya data baru, pemutakhiran sumber data, perkembangan regulasi, serta kebutuhan penyelenggaraan penataan ruang.
I. Rumpun Data Primer dan Sekunder
| No. | Level 1 — Rumpun Data | Level 2 — Jenis/Kategori Data | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Sumber/Walidata | Status Dokumentasi |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Data Primer | Aspirasi & Partisipasi Masyarakat | konsultasi publik, kuesioner, wawancara, forum diskusi, pengaduan, masukan masyarakat, Desa Dinas dan Desa Adat | Instansi penyelenggara / sumber kegiatan | Perlu Pemutakhiran |
| 2 | Data Primer | Survei & Observasi Lapangan | kondisi fisik wilayah , penggunaan ruang, kondisi sosial ekonomi, sarana prasarana, hasil observasi | Dinas PUPRKIM Provinsi Bali / tim survei | Perlu Pemutakhirani |
| 3 | Data Sekunder | Wilayah Administrasi | batas provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, luas wilayah, wilayah perencanaan | Instansi berwenang / BIG | Perlu Pemutakhiran |
| 4 | Data Sekunder | Kependudukan | jumlah, kepadatan, pertumbuhan, struktur penduduk, migrasi, mata pencaharian, pendidikan, kesehatan, IPM | BPS / Disdukcapil | Perlu Pemutakhiran |
| 5 | Data Sekunder | Pertanahan & Penggunaan Lahan | penguasaan tanah, pemilikan, penggunaan lahan, neraca penatagunaan tanah, perubahan penggunaan lahan | Kementerian ATR/BPN / instansi terkait | Perlu Pemutakhiran |
| 6 | Data Sekunder | Kebencanaan | kejadian historis, kawasan rawan, bahaya, kerentanan, kapasitas, risiko, dampak kerusakan | BPBD / instansi teknis | Perlu Pemutakhiran |
| 7 | Data Sekunder | Kelautan & Pesisir | garis pantai, pesisir, perairan, batimetri, ekosistem, perikanan, penggunaan ruang laut | Instansi kelautan/perikanan dan sumber resmi lainnya | Perlu Pemutakhiran |
II. Rumpun Data Geospasial
Data geospasial digunakan untuk menggambarkan lokasi, persebaran, hubungan spasial, serta karakteristik wilayah.
Penggunaan peta mengikuti jenis rencana, tujuan penggunaan, tingkat ketelitian, sumber data, serta ketentuan teknis yang berlaku.
| No. | Level 1 — Rumpun Data | Level 2 — Jenis Peta | Level 3 — Komponen/Atribut Utama | Tingkat Ketelitian/Keterangan | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| 8 | Geospasial | Peta Dasar/RBI | penutup lahan, hidrografi, hipsografi, bangunan, transportasi, utilitas, batas administrasi, toponimi, garis pantai | Mengikuti spesifikasi sumber | Perlu Pemutakhiran |
| 9 | Geospasial | Peta Fisik Alam & Citra | topografi, geologi, geomorfologi, kemampuan tanah, citra penginderaan jauh | Mengikuti sumber/resolusi | Perlu Pemutakhiran |
| 10 | Geospasial | Peta Kelautan & Pesisir | batimetri, garis pantai, karakter pantai, navigasi, wilayah pesisir dan laut | Mengikuti sumber | Perlu Pemutakhiran |
| 11 | Geospasial | Peta Kehutanan & Konservasi | status/fungsi kawasan hutan, konservasi, biodiversitas, kawasan lindung | Mengikuti sumber | Perlu Pemutakhiran |
| 12 | Geospasial | Peta Pertanian & LP2B/LSD | sawah, LP2B, LSD, irigasi, kawasan pertanian | Mengikuti sumber resmi | Perlu Pemutakhiran |
| 13 | Geospasial | Peta Sumber Daya Alam | mineral, batuan, panas bumi, potensi SDA | Mengikuti sumber sektoral | Perlu Pemutakhiran |
| 14 | Geospasial | Peta Infrastruktur Wilayah | jalan, transportasi, energi, telekomunikasi, SPAM, SPAL, persampahan, utilitas | Mengikuti sumber sektoral | Perlu Pemutakhiran |
| 15 | Geospasial | Peta Hidrologi & Sumber Daya Air | WS, DAS, sungai, bendungan, danau, irigasi, air tanah | Mengikuti sumber | Perlu Pemutakhiran |
| 16 | Geospasial | Peta Risiko & Lingkungan | gempa, sesar, tsunami, gunung api, banjir, longsor, likuefaksi, perubahan iklim | Mengikuti sumber sektoral | Perlu Pemutakhiran |
| 17 | Geospasial | Peta Kebijakan/Khusus | informasi indikatif, tumpang tindih, kawasan kebijakan tertentu dan data tematik lainnya | Sesuai sumber dan status data | Perlu Pemutakhiran |
Tingkat Ketelitian Peta Tata Ruang
Sebagai bagian dari dokumentasi, tingkat ketelitian peta mengikuti jenis rencana tata ruang dan ketentuan teknis yang berlaku.
| Jenis Rencana | Tingkat Ketelitian Peta |
|---|---|
| RTRW Provinsi | 1:250.000 |
| RTRW Kabupaten | 1:50.000 |
| RTRW Kota | 1:25.000 |
| RDTR | 1:5.000 |
Peta tematik pendukung dapat mempunyai skala atau resolusi yang berbeda sesuai sumber, tujuan penggunaan, dan karakteristik datanya.
III. Rumpun Data Sosial, Budaya, dan Karakter Wilayah Bali
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 18 | Sosial Budaya | Desa Adat & Desa Dinas | sebaran, karakter wilayah, kelembagaan dan hubungan ruang | Perlu Pemutakhiran |
| 19 | Sosial Budaya | Tempat dan Kawasan Suci | Pura, tempat suci, kawasan suci dan lingkungan pendukung | Perlu Pemutakhiran |
| 20 | Sosial Budaya | Subak | sebaran subak, lahan pertanian, jaringan irigasi dan sistem pengelolaan | Perlu Pemutakhiran |
| 21 | Sosial Budaya | Warisan Budaya | cagar budaya, warisan budaya, kawasan bersejarah dan ruang budaya | Perlu Pemutakhiran |
| 22 | Sosial Budaya | Arsitektur & Karakter Permukiman | pola permukiman, arsitektur tradisional Bali, karakter kawasan | Perlu Pemutakhiran |
| 23 | Sosial Budaya | Kearifan Lokal | Sad Kerthi, Tri Hita Karana, orientasi ruang dan nilai lokal yang relevan | Perlu Pemutakhiran |
Data sosial dan budaya digunakan untuk memperkuat pemahaman terhadap karakter, identitas, nilai, fungsi, dan hubungan masyarakat dengan ruang di Bali.
IV. Rumpun Data Ekonomi Wilayah
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 24 | Ekonomi | Makro Ekonomi | PDRB ADHB, PDRB ADHK, pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi | Perlu Pemutakhiran |
| 25 | Ekonomi | Investasi | PMA, PMDN, nilai investasi, sektor dan lokasi investasi | Perlu Pemutakhiran |
| 26 | Ekonomi | Ketenagakerjaan | tenaga kerja, lapangan pekerjaan, produktivitas | Perlu Pemutakhiran |
| 27 | Ekonomi | Sektor Unggulan | pertanian, pariwisata, industri, perdagangan, jasa dan sektor lainnya | Perlu Pemutakhiran |
| 28 | Ekonomi | Input-Output/IRIO | keterkaitan antarwilayah dan antarsektor ekonomi | Perlu Pemutakhiran |
V. Rumpun Data Pariwisata
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 29 | Pariwisata | Destinasi | daya tarik wisata, kawasan pariwisata, destinasi prioritas | Perlu Pemutakhiran |
| 30 | Pariwisata | Akomodasi | hotel, homestay, akomodasi wisata dan persebarannya | Perlu Pemutakhiran |
| 31 | Pariwisata | Pergerakan Wisatawan | jumlah wisatawan, asal, lama tinggal, pola kunjungan | Perlu Pemutakhiran |
| 32 | Pariwisata | Infrastruktur Pariwisata | aksesibilitas, fasilitas dan prasarana pendukung | Perlu Pemutakhiran |
VI. Rumpun Data Infrastruktur dan Pelayanan Wilayah
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 33 | Infrastruktur | Transportasi | jalan, terminal, pelabuhan, bandara, jaringan transportasi | Perlu Pemutakhiran |
| 34 | Infrastruktur | Energi | pembangkit, jaringan listrik, energi terbarukan | Perlu Pemutakhiran |
| 35 | Infrastruktur | Telekomunikasi | jaringan telekomunikasi dan cakupan layanan | Perlu Pemutakhiran |
| 36 | Infrastruktur | Air Minum | SPAM, sumber air, jaringan pelayanan | Perlu Pemutakhiran |
| 37 | Infrastruktur | Sanitasi | SPAL, sanitasi, pengelolaan air limbah | Perlu Pemutakhiran |
| 38 | Infrastruktur | Persampahan | timbulan, TPS, TPA, pengolahan dan pengurangan sampah | Perlu Pemutakhiran |
| 39 | Infrastruktur | Sumber Daya Air | bendungan, sungai, irigasi, jaringan air | Perlu Pemutakhiran |
VII. Rumpun Data Lingkungan dan Kebencanaan
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 40 | Lingkungan | Daya Dukung | kemampuan lahan, daya dukung lingkungan | Perlu Pemutakhiran |
| 41 | Lingkungan | Daya Tampung | daya tampung lingkungan, beban pencemaran | Perlu Pemutakhiran |
| 42 | Lingkungan | Kualitas Lingkungan | air, udara, tanah, ekosistem | Perlu Pemutakhiran |
| 43 | Kebencanaan | Ancaman/Bahaya | gempa, tsunami, gunung api, banjir, longsor, likuefaksi | Perlu Pemutakhiran |
| 44 | Kebencanaan | Risiko | bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko | Perlu Pemutakhiran |
| 45 | Kebencanaan | Dampak | korban, kerusakan, kerugian, gangguan pelayanan | Perlu Pemutakhiran |
| 46 | Lingkungan | Perubahan Iklim | tren suhu, curah hujan, kenaikan muka laut, kerentanan iklim | Perlu Pemutakhiran |
VIII. Rumpun Data Kebijakan, Regulasi, dan Rencana
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 47 | Kebijakan | RTRW Nasional | kebijakan dan rencana tata ruang nasional | Perlu Pemutakhiran |
| 48 | Kebijakan | RTRW Provinsi | RTRWP Bali dan dokumen pendukung | Perlu Pemutakhiran |
| 49 | Kebijakan | RTRW Kabupaten/Kota | RTRW kabupaten/kota | Perlu Pemutakhiran |
| 50 | Kebijakan | RDTR | RDTR yang telah ditetapkan dan tersedia | Perlu Pemutakhiran |
| 51 | Pembangunan | RPJPD | arah pembangunan jangka panjang daerah | Perlu Pemutakhiran |
| 52 | Pembangunan | RPJMD | arah pembangunan jangka menengah daerah | Perlu Pemutakhiran |
| 53 | Sektoral | Rencana Induk Sektoral | pariwisata, industri, kehutanan, pertanian, kelautan dan sektor lainnya | Perlu Pemutakhiran |
| 54 | Regulasi | Peraturan Perundang-undangan | UU, PP, Perpres, Permen, Perda, Pergub dan regulasi terkait | Terdokumentasi |
IX. Rumpun Data Analisis Komprehensif
Data yang telah dihimpun selanjutnya dapat dikembangkan menjadi analisis untuk memahami dinamika wilayah.
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen Analisis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 55 | Analisis Wilayah | Struktur Ruang | pusat kegiatan, jaringan prasarana, keterkaitan wilayah | Perlu Pemutakhirani |
| 56 | Analisis Wilayah | Pola Ruang | kawasan lindung, budidaya, fungsi ruang | Perlu Pemutakhiran |
| 57 | Analisis Wilayah | Perkembangan Wilayah | urbanisasi, pertumbuhan kawasan, perubahan penggunaan lahan | Perlu Pemutakhiran |
| 58 | Analisis Ekonomi | Struktur Ekonomi | pusat pertumbuhan, sektor unggulan, keterkaitan ekonomi | Perlu Pemutakhiran |
| 59 | Analisis Lingkungan | Daya Dukung & Daya Tampung | kapasitas lingkungan dan tekanan pemanfaatan ruang | Perlu Pemutakhiran |
| 60 | Analisis Kebencanaan | Risiko Spasial | distribusi risiko dan keterpaparan wilayah | Perlu Pemutakhiran |
| 61 | Analisis Kebijakan | Konsistensi Kebijakan | keterkaitan RTRW, pembangunan dan kebijakan sektoral | Perlu Pemutakhiran |
X. Rumpun Data Peninjauan Kembali dan Evaluasi RTRW
| No. | Level 1 | Level 2 | Level 3 — Komponen/Atribut Teknis | Status |
|---|---|---|---|---|
| 62 | Evaluasi RTRW | Peninjauan Kembali | hasil evaluasi RTRW Provinsi Bali | Perlu Pemutakhiran |
| 63 | Evaluasi RTRW | Implementasi | tingkat pemanfaatan dan pelaksanaan RTRW | Perlu Pemutakhiran |
| 64 | Evaluasi RTRW | Perubahan Wilayah | perubahan kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan ruang | Perlu Pemutakhiran |
| 65 | Evaluasi RTRW | Ketidaksesuaian | indikasi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang | Perlu Pemutakhiran |
| 66 | Evaluasi RTRW | Rekomendasi | kebutuhan pemutakhiran, perubahan atau penyempurnaan rencana | Perlu Pemutakhiran |
Metadata dan Status Dokumentasi
Setiap data yang didokumentasikan dalam TARUBALI secara bertahap diarahkan untuk dilengkapi dengan metadata agar dapat ditelusuri sumber dan penggunaannya.
Metadata dapat mencakup:
- nama data;
- uraian data;
- sumber/walidata;
- instansi penyedia;
- tahun/periode;
- cakupan wilayah;
- skala/resolusi;
- format;
- sistem referensi geospasial;
- metode pengumpulan;
- tanggal pemutakhiran;
- status data;
- tingkat ketelitian;
- keterbatasan penggunaan;
- serta keterangan lainnya.
Status dokumentasi
Status pada tabulasi digunakan sebagai penanda awal dan dapat dikembangkan menjadi:
Terdokumentasi
Data atau informasi telah tersedia dalam dokumentasi TARUBALI.
Perlu Pemutakhiran
Data telah tersedia tetapi perlu diperbarui sesuai periode terbaru.
Perlu Verifikasi
Data telah ditemukan tetapi masih memerlukan pemeriksaan sumber, konsistensi, atau validitas.
Dalam Pengumpulan
Data sedang dihimpun dari sumber terkait.
Belum Tersedia
Data telah diidentifikasi sebagai kebutuhan tetapi belum tersedia dalam dokumentasi.
Dari Data Menjadi Pengetahuan
TARUBALI tidak memposisikan data hanya sebagai kumpulan file atau tabel.
Data digunakan untuk membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai wilayah.
DATA
↓
FAKTA
↓
ANALISIS
↓
ISU STRATEGIS
↓
ARAH KEBIJAKAN
↓
RENCANA TATA RUANG
↓
PEMANFAATAN RUANG
↓
PENGENDALIAN
↓
EVALUASI
Dengan alur tersebut, dokumentasi digital dapat menjadi bagian dari siklus pengetahuan penataan ruang yang dapat diperbarui dan digunakan kembali.
Pengembangan Dokumentasi Digital
Tabulasi ini merupakan dokumen kerja yang berkembang secara dinamis.
Setiap dataset baru, pemutakhiran data, peta, dokumen kebijakan, hasil survei, hasil analisis, maupun informasi pendukung lainnya dapat ditambahkan sesuai struktur tiga tingkat.
Dengan demikian, halaman ini berfungsi sebagai:
Master Inventory Data Tata Ruang Bali
sekaligus sebagai pintu masuk menuju:
- dataset;
- metadata;
- peta;
- WebGIS;
- dokumen;
- statistik;
- kajian;
- analisis;
- dan informasi kebijakan terkait.
Penutup
TARUBALI diarahkan bukan sekadar sebagai tempat penyimpanan dokumen, tetapi sebagai ekosistem dokumentasi data dan pengetahuan penataan ruang Bali.
Data yang terdokumentasi menjadi dasar untuk membangun fakta.
Fakta yang terstruktur menjadi dasar analisis.
Analisis yang dapat ditelusuri menjadi dasar perumusan kebijakan dan rencana.
Dengan demikian, dokumentasi digital melalui TARUBALI diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan penataan ruang yang berbasis data, dapat ditelusuri, dapat diperbarui, terbuka sesuai kewenangan, serta berakar pada karakter wilayah Bali.