Data Kependudukan dan Sosial Bali | TARUBALI - TARUBALI – Tata Ruang Bali

Data Kependudukan dan Sosial

Membaca Bali melalui Penduduk, Masyarakat, dan Dinamika Kehidupan

Penduduk merupakan salah satu unsur utama dalam pembentukan dan perubahan ruang.

Perubahan jumlah penduduk, persebaran, kepadatan, struktur umur, mobilitas, aktivitas ekonomi, kebutuhan pelayanan, serta kondisi sosial masyarakat memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan ruang dan perkembangan wilayah.

Karena itu, data kependudukan dan sosial dalam TARUBALI tidak hanya ditempatkan sebagai statistik, tetapi sebagai data dasar untuk memahami dinamika ruang dan masyarakat Bali.

Halaman ini mendokumentasikan data kependudukan dan sosial berdasarkan:

Wilayah → Penduduk → Struktur → Persebaran → Mobilitas → Kondisi Sosial → Kebutuhan Ruang → Analisis Tata Ruang

Data disajikan dengan memperhatikan sumber, periode, unit analisis, skala, metadata, dan status pemutakhiran.


01. Penduduk Provinsi Bali

Berdasarkan data yang dirujuk dalam Kepmendagri Nomor 300.2.2-2430 Tahun 2025, jumlah penduduk Provinsi Bali tercatat:

4.375.263 Jiwa

Data tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, berdasarkan Data Kependudukan Semester II Bulan Desember Tahun 2024.

Angka tersebut digunakan dalam halaman ini sebagai data rujukan administratif, bukan sebagai pengganti seluruh seri data kependudukan yang digunakan untuk analisis RTRW.

Untuk analisis perencanaan ruang, data kependudukan perlu dibaca bersama data BPS, data administrasi, data spasial, serta sumber sektoral lain sesuai tujuan analisis.


02. Penduduk Kabupaten/Kota

Data Kependudukan Provinsi Bali

No.Kabupaten/KotaKodeJumlah Penduduk (Jiwa)PeriodeSumber
1Jembrana51.01330.221Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
2Tabanan51.02478.363Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
3Badung51.03537.739Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
4Gianyar51.04504.845Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
5Klungkung51.05223.723Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
6Bangli51.06200.526Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
7Karangasem51.07538.390Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
8Buleleng51.08828.156Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
9Denpasar51.71673.270Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri
 Provinsi Bali514.375.263Semester II 2024Ditjen Dukcapil Kemendagri

Sumber: Data Kependudukan Semester II Bulan Desember Tahun 2024, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, sebagaimana dirujuk dalam Kepmendagri Nomor 300.2.2-2430 Tahun 2025.

Catatan: data penduduk menurut Dukcapil dan data penduduk menurut BPS dapat memiliki perbedaan karena sumber, konsep, cakupan, dan metode pengumpulan yang berbeda. Untuk setiap analisis, sumber data harus disebutkan secara eksplisit.


03. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu indikator penting dalam memahami dinamika wilayah.

Dokumentasi time series sekurang-kurangnya mencakup:

IndikatorSatuanPeriodeSumber
Jumlah pendudukJiwaTahunan/SemesteranBPS/Dukcapil
Pertumbuhan penduduk%TahunanBPS/hasil analisis
Laju pertumbuhan penduduk% per tahunPeriode tertentuBPS
Penduduk laki-lakiJiwaTahunanBPS/Dukcapil
Penduduk perempuanJiwaTahunanBPS/Dukcapil
Rasio jenis kelaminRasioTahunanBPS
Penduduk perkotaanJiwa/%TahunanBPS
Penduduk perdesaanJiwa/%TahunanBPS

Data time series digunakan untuk membaca arah dan kecepatan perubahan penduduk, bukan hanya kondisi pada satu tahun.


04. Persebaran Penduduk

Penduduk Provinsi Bali tidak tersebar secara merata.

Karena itu, analisis kependudukan perlu memperhatikan:

  • jumlah penduduk;
  • luas wilayah;
  • kepadatan penduduk;
  • pusat-pusat permukiman;
  • kawasan perkotaan;
  • kawasan perdesaan;
  • koridor pertumbuhan;
  • pusat kegiatan;
  • kawasan pariwisata;
  • kawasan pesisir;
  • kawasan pegunungan; dan
  • keterhubungan antarwilayah.

Persebaran penduduk merupakan salah satu informasi penting untuk memahami struktur ruang dan pola perkembangan wilayah.


05. Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk merupakan hubungan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah.

Secara sederhana:

Kepadatan Penduduk = Jumlah Penduduk / Luas Wilayah

Satuan yang digunakan dapat berupa:

jiwa/km²

Namun, interpretasi kepadatan perlu memperhatikan karakter wilayah. Kepadatan administratif tidak selalu sama dengan kepadatan kawasan terbangun.

Karena itu, TARUBALI dapat mengembangkan analisis:

Kepadatan Administratif → Kepadatan Terbangun → Kepadatan Fungsional → Tekanan Ruang


06. Struktur Umur Penduduk

Struktur umur memberikan gambaran mengenai komposisi penduduk menurut kelompok usia.

Kelompok analisis dapat mencakup:

  • 0–4 tahun;
  • 5–9 tahun;
  • 10–14 tahun;
  • 15–19 tahun;
  • 20–24 tahun;
  • 25–29 tahun;
  • 30–34 tahun;
  • 35–39 tahun;
  • 40–44 tahun;
  • 45–49 tahun;
  • 50–54 tahun;
  • 55–59 tahun;
  • 60–64 tahun;
  • 65 tahun ke atas.

Data struktur umur dapat digunakan untuk membaca kebutuhan:

  • pendidikan;
  • kesehatan;
  • perumahan;
  • lapangan kerja;
  • ruang publik;
  • fasilitas sosial;
  • transportasi; dan
  • pelayanan dasar.

07. Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin merupakan bagian dari profil demografi.

Data yang perlu didokumentasikan meliputi:

IndikatorSatuan
Penduduk laki-lakiJiwa
Penduduk perempuanJiwa
Rasio jenis kelaminRasio
Persentase laki-laki%
Persentase perempuan%

Data ini dapat digunakan bersama struktur umur untuk membentuk profil demografi wilayah.


08. Mobilitas dan Migrasi Penduduk

Bali merupakan wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi dan memiliki hubungan kuat antara penduduk tetap, penduduk pendatang, aktivitas ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan kesempatan kerja.

Dokumentasi mobilitas dapat mencakup:

  • migrasi masuk;
  • migrasi keluar;
  • migrasi neto;
  • penduduk datang;
  • penduduk pindah;
  • komuter;
  • mobilitas pekerja;
  • mobilitas pelajar;
  • mobilitas terkait pariwisata; dan
  • pola mobilitas antarkabupaten/kota.

Data mobilitas penting karena jumlah penduduk administratif pada suatu wilayah tidak selalu menggambarkan jumlah orang yang menggunakan ruang pada waktu tertentu.


09. Rumah Tangga dan Keluarga

Data rumah tangga merupakan salah satu basis untuk memperkirakan kebutuhan ruang permukiman.

Indikator yang dapat didokumentasikan:

  • jumlah rumah tangga;
  • rata-rata anggota rumah tangga;
  • jumlah keluarga;
  • pertumbuhan rumah tangga;
  • status kepemilikan rumah;
  • kondisi tempat tinggal;
  • luas hunian;
  • akses air minum;
  • sanitasi; dan
  • karakteristik permukiman.

Hubungan antara jumlah penduduk → jumlah rumah tangga → kebutuhan hunian → kebutuhan lahan menjadi salah satu rangkaian analisis penting dalam perencanaan ruang.


10. Pendidikan

Data pendidikan menggambarkan karakteristik sosial dan kualitas sumber daya manusia.

Indikator yang dapat didokumentasikan antara lain:

  • angka partisipasi sekolah;
  • angka partisipasi kasar;
  • angka partisipasi murni;
  • rata-rata lama sekolah;
  • harapan lama sekolah;
  • tingkat pendidikan tertinggi;
  • penduduk menurut jenjang pendidikan;
  • jumlah sekolah;
  • jumlah peserta didik;
  • jumlah tenaga pendidik; dan
  • persebaran fasilitas pendidikan.

Data pendidikan dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan dan distribusi fasilitas pelayanan sosial.


11. Ketenagakerjaan

Penduduk dan kegiatan ekonomi memiliki hubungan erat dengan struktur ruang.

Data ketenagakerjaan yang perlu didokumentasikan meliputi:

  • angkatan kerja;
  • bukan angkatan kerja;
  • tingkat partisipasi angkatan kerja;
  • penduduk bekerja;
  • pengangguran;
  • tingkat pengangguran terbuka;
  • lapangan pekerjaan utama;
  • status pekerjaan;
  • sektor pekerjaan; dan
  • distribusi tenaga kerja menurut wilayah.

Analisis ini membantu memahami hubungan antara:

Penduduk → Tenaga Kerja → Kegiatan Ekonomi → Lokasi Kegiatan → Kebutuhan Ruang


12. Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial

Kondisi sosial ekonomi masyarakat merupakan salah satu dimensi penting dalam perencanaan wilayah.

Data yang dapat didokumentasikan antara lain:

  • jumlah penduduk miskin;
  • persentase penduduk miskin;
  • garis kemiskinan;
  • indeks kedalaman kemiskinan;
  • indeks keparahan kemiskinan;
  • tingkat kesejahteraan;
  • penerima bantuan sosial;
  • keluarga rentan; dan
  • indikator sosial lainnya.

Data ini perlu dibaca sebagai indikator sosial, bukan semata-mata sebagai indikator spasial.

Dalam konteks tata ruang, informasi tersebut dapat digunakan untuk mempertimbangkan akses masyarakat terhadap:

  • perumahan;
  • pelayanan dasar;
  • transportasi;
  • pendidikan;
  • kesehatan;
  • pekerjaan; dan
  • ruang publik.

13. Perumahan dan Permukiman

Pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap kebutuhan perumahan dan permukiman.

Data yang perlu dikembangkan meliputi:

KelompokData
RumahJumlah rumah
HunianJumlah rumah tangga
KepadatanKepadatan hunian
KualitasKondisi rumah
AirAkses air minum
SanitasiAkses sanitasi
PermukimanPersebaran kawasan permukiman
Rumah tidak layakJumlah dan lokasi
Permukiman kumuhLuas dan lokasi

Data sosial dan data spasial perlu diintegrasikan untuk melihat di mana kebutuhan pelayanan berada dan bagaimana perkembangannya.


14. Kesehatan

Data kesehatan merupakan bagian dari informasi sosial wilayah.

Indikator yang dapat didokumentasikan meliputi:

  • jumlah fasilitas kesehatan;
  • rumah sakit;
  • puskesmas;
  • klinik;
  • tenaga kesehatan;
  • angka harapan hidup;
  • angka kematian;
  • kondisi kesehatan masyarakat;
  • prevalensi penyakit tertentu sesuai data resmi; dan
  • akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

Dalam penataan ruang, data tersebut dapat digunakan untuk menganalisis jangkauan dan pemerataan pelayanan kesehatan.


15. Kelompok Rentan dan Inklusivitas Ruang

Perencanaan ruang perlu memperhatikan kebutuhan seluruh kelompok masyarakat.

Data yang relevan dapat mencakup:

  • anak;
  • lanjut usia;
  • penyandang disabilitas;
  • rumah tangga berpenghasilan rendah;
  • kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar; dan
  • kelompok sosial lain sesuai data resmi.

Pendekatan tersebut mendukung pengembangan ruang yang aman, mudah diakses, inklusif, dan berkeadilan secara spasial.


16. Sosial Budaya Masyarakat

Bali memiliki karakter sosial dan budaya yang membentuk pola kehidupan serta penggunaan ruang.

Data sosial budaya dapat mencakup:

  • struktur komunitas;
  • desa adat;
  • banjar;
  • pura dan tempat suci;
  • kawasan yang memiliki nilai budaya;
  • kegiatan sosial masyarakat;
  • tradisi dan praktik budaya yang berkaitan dengan ruang;
  • ruang publik komunitas; dan
  • warisan budaya.

Data tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati sesuai kewenangan dan sumber resmi, serta dibedakan antara data sosial budaya dan ketentuan hukum tata ruang.


17. Penduduk dan Struktur Ruang

Perubahan penduduk dapat memengaruhi struktur ruang melalui perkembangan:

Penduduk 
↓ 
Kebutuhan Hunian 
↓ 
Kebutuhan Pelayanan 
↓ 
Kebutuhan Transportasi 
↓ 
Perkembangan Kegiatan Ekonomi 
↓ 
Perubahan Penggunaan Lahan 
↓ 
Perubahan Struktur dan Pola Ruang

Hubungan tersebut tidak bersifat otomatis. Perubahan ruang juga dipengaruhi oleh kebijakan, investasi, infrastruktur, kondisi fisik, lingkungan, ekonomi, dan faktor sosial budaya.


18. Penduduk dan Kebutuhan Ruang

Dalam analisis RTRW, data penduduk dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan ruang untuk:

  • permukiman;
  • fasilitas pendidikan;
  • fasilitas kesehatan;
  • fasilitas sosial;
  • perdagangan dan jasa;
  • transportasi;
  • ruang terbuka;
  • infrastruktur;
  • kawasan ekonomi; dan
  • pelayanan publik lainnya.

Analisis kebutuhan ruang perlu menggunakan proyeksi penduduk dan asumsi perencanaan yang terdokumentasi, bukan sekadar memperpanjang tren historis secara mekanis.


19. Proyeksi Penduduk

Proyeksi penduduk merupakan instrumen untuk melihat kemungkinan kebutuhan ruang pada masa depan.

Untuk RTRW Bali 2028–2048, proyeksi dapat disusun dengan beberapa skenario sesuai metodologi yang ditetapkan.

Secara konseptual:

Penduduk Dasar 
→ Asumsi Pertumbuhan 
→ Proyeksi Penduduk 
→ Proyeksi Rumah Tangga 
→ Proyeksi Kebutuhan Pelayanan 
→ Proyeksi Kebutuhan Ruang

Setiap proyeksi harus mencantumkan:

  • tahun dasar;
  • periode proyeksi;
  • metode;
  • asumsi;
  • sumber data;
  • parameter;
  • skenario; dan
  • batasan analisis.

Catatan metodologis: BPS telah menyediakan proyeksi penduduk Bali berdasarkan LF SP2020. Tabel resmi BPS menjelaskan bahwa data 2020 berasal dari SP2020 dan proyeksi 2021–2026 menggunakan LF SP2020.


20. Data Time Series Kependudukan

TARUBALI perlu membangun seri data kependudukan jangka panjang untuk mendukung analisis RTRW.

Struktur Time Series

Kelompok DataPeriode IdealSumber
Jumlah pendudukTahunan/SemesteranBPS/Dukcapil
PertumbuhanTahunanBPS
Struktur umurTahunanBPS/Dukcapil
Jenis kelaminTahunanBPS/Dukcapil
KepadatanTahunanBPS/analisis
MigrasiTahunanBPS/Dukcapil
Rumah tanggaTahunanBPS
PendidikanTahunanBPS/sektoral
KetenagakerjaanTahunanBPS
KemiskinanTahunanBPS
KesehatanTahunanBPS/sektoral
PerumahanBerkalaBPS/sektoral

Time series menjadi dasar untuk membedakan:

kondisi → tren → perubahan → tekanan → kebutuhan → proyeksi.


21. Tabulasi Komprehensif Data Kependudukan dan Sosial

LevelRumpun DataKomponen DataUnitStatus Dokumentasi
1DemografiJumlah pendudukJiwaTerdokumentasi
1DemografiPertumbuhan penduduk%Perlu Pemutakhiran
1DemografiKepadatanJiwa/km²Perlu Analisis
1DemografiStruktur umurJiwa/%Perlu Dokumentasi
1DemografiJenis kelaminJiwa/%Perlu Dokumentasi
2MobilitasMigrasiJiwaPerlu Dokumentasi
2Rumah TanggaJumlah rumah tanggaRTPerlu Dokumentasi
2PendidikanPartisipasi pendidikan%Perlu Dokumentasi
2PendidikanRata-rata lama sekolahTahunPerlu Dokumentasi
3KetenagakerjaanAngkatan kerjaJiwaPerlu Dokumentasi
3KetenagakerjaanPengangguranJiwa/%Perlu Dokumentasi
3Sosial EkonomiKemiskinanJiwa/%Perlu Dokumentasi
3PerumahanKondisi hunianUnit/%Perlu Dokumentasi
3KesehatanFasilitas dan indikator kesehatanUnit/%Perlu Dokumentasi
4Sosial BudayaDesa adat/banjar dan elemen sosial budayaUnitPerlu Integrasi
4Kelompok RentanLansia, anak, disabilitas, dan kelompok rentanJiwa/%Perlu Dokumentasi
5SpasialPersebaran pendudukGrid/administrasiPerlu Analisis
5SpasialKepadatan pendudukJiwa/km²Perlu Analisis
6ProyeksiProyeksi pendudukJiwaDikembangkan
6ProyeksiProyeksi rumah tanggaRTDikembangkan
6AnalisisKebutuhan ruangHa/unitDikembangkan

22. Data Kependudukan Berbasis Wilayah

Data kependudukan perlu dapat ditelusuri berdasarkan struktur wilayah:

Provinsi 
↓ 
Kabupaten/Kota 
↓ 
Kecamatan 
↓ 
Desa/Kelurahan 
↓ 
Lokasi/Grid Spasial

Pendekatan tersebut memungkinkan analisis kependudukan dilakukan secara lebih detail dan dapat dihubungkan dengan data fisik serta data tata ruang.


23. Data Penduduk dan GIS

Dalam GISTARUBALI, data kependudukan dapat dikembangkan menjadi beberapa bentuk visualisasi:

  • peta jumlah penduduk;
  • peta kepadatan;
  • peta pertumbuhan;
  • peta struktur umur;
  • peta persebaran rumah tangga;
  • peta akses fasilitas;
  • peta sosial ekonomi; dan
  • peta kebutuhan pelayanan.

Integrasi tersebut memungkinkan pengguna berpindah dari:

Tabel → Peta → Analisis


24. Metadata Data Kependudukan dan Sosial

Setiap dataset perlu memiliki metadata minimal:

MetadataKeterangan
Nama datasetNama indikator
SumberBPS/Dukcapil/sektoral
PeriodeTahun/semester
WilayahProvinsi/kabupaten/kecamatan/desa
UnitJiwa/%/RT/dll.
MetodeMetode pengumpulan/perhitungan
SkalaSkala spasial bila tersedia
StatusAktif/historis/verifikasi
Tanggal pembaruanLast update
Tautan sumberLink menuju data/publikasi resmi
MetadataLink menuju definisi/metodologi
CatatanBatasan dan definisi

Metadata menjadi penting karena angka yang sama dapat memiliki makna berbeda apabila konsep dan sumber datanya berbeda.


25. Sumber Data dan Akses Resmi

TARUBALI mengutamakan sumber data resmi dan dapat ditelusuri.

25.1 Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

Sumber utama untuk:

  • jumlah penduduk;
  • pertumbuhan penduduk;
  • kepadatan;
  • rasio jenis kelamin;
  • struktur umur;
  • pendidikan;
  • ketenagakerjaan;
  • kemiskinan;
  • kesehatan;
  • IPM;
  • indikator sosial ekonomi; dan
  • publikasi statistik tahunan.

Jenis akses:

VIEW PUBLIKASI → Provinsi Bali Dalam Angka 
VIEW DATA → Tabel Statistik BPS 
VIEW METADATA → Metadata indikator/kegiatan statistik


25.2 Sensus Penduduk dan Proyeksi Penduduk

Data SP2020 dan LF SP2020 digunakan sebagai salah satu basis utama untuk memahami perkembangan penduduk dan proyeksi.

Jenis akses:

VIEW DATA → Tabel Penduduk BPS 
VIEW PROYEKSI → Proyeksi Penduduk Provinsi Bali 
VIEW STRUKTUR UMUR → Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin 
VIEW METADATA → SIRUSA BPS


25.3 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Digunakan untuk data administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

Jenis akses:

VIEW DATA ADMINDUK → Data Kependudukan Ditjen Dukcapil 
VIEW DATA SEMESTER → Data Kependudukan Semesteran 
VIEW REFERENSI → Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan


25.4 Pemerintah Provinsi Bali

Data sektoral Pemerintah Provinsi Bali dapat digunakan untuk melengkapi data BPS dan Dukcapil sesuai kewenangan perangkat daerah.

Data dapat meliputi:

  • pendidikan;
  • kesehatan;
  • sosial;
  • perumahan;
  • permukiman;
  • ketenagakerjaan;
  • kependudukan;
  • desa/adat;
  • infrastruktur; dan
  • pelayanan publik.

Jenis akses:

VIEW DATA → Portal Data Pemerintah Provinsi Bali 
VIEW DATA SEKTORAL → Perangkat daerah/walidata terkait


25.5 SIRUSA BPS — Metadata Statistik

SIRUSA digunakan untuk memahami:

  • konsep;
  • definisi;
  • variabel;
  • metodologi;
  • cara pengumpulan;
  • penyelenggara kegiatan;
  • periode kegiatan; dan
  • karakteristik statistik.

VIEW METADATA merupakan bagian penting dari setiap proses validasi data.


26. Matriks Akses Sumber Data

No.

Sumber

Jenis Data

Akses

Fungsi

1BPS Provinsi BaliStatistik wilayahVIEW PUBLIKASIReferensi utama
2BPS Tabel StatistikData indikatorVIEW DATAData terstruktur
3BPS SP2020/LF SP2020PendudukVIEW DATABasis demografi
4BPS Proyeksi PendudukProyeksiVIEW PROYEKSIAnalisis masa depan
5SIRUSA BPSMetadataVIEW METADATAValidasi definisi/metode
6Ditjen DukcapilAdmindukVIEW DATAData administratif
7Pemerintah Provinsi BaliData sektoralVIEW DATAPelengkap sektoral
8Kabupaten/KotaData lokalVIEW DATADetail kewilayahan
9Data geospasial resmiData spasialVIEW DATAIntegrasi GIS
10K/L terkaitData sektoralVIEW DATAPelengkap analisis

27. Prinsip Link dan Keterlacakan Data

Setiap dataset yang ditampilkan dalam TARUBALI idealnya memiliki:

Nama Data 
→ Tahun Data 
→ Sumber 
→ View Data 
→ Download 
→ View Metadata 
→ Tanggal Akses 
→ Status Data

Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui dari mana angka berasal, kapan data diterbitkan, apa definisinya, dan bagaimana data tersebut digunakan.

Prinsip ini mendukung:

Data Traceability → Data Transparency → Data Accountability


28. Penduduk sebagai Subjek Penataan Ruang

Penataan ruang pada akhirnya bukan hanya mengenai pembagian ruang menjadi zona atau kawasan.

Ruang digunakan oleh manusia untuk:

Bertempat Tinggal → Bekerja → Belajar → Beribadah → Bergerak → Berinteraksi → Berbudaya → Berkarya

Karena itu, penduduk perlu ditempatkan sebagai subjek sekaligus salah satu pengguna utama ruang.

Data kependudukan dan sosial memberikan dasar empiris agar perencanaan ruang dapat mempertimbangkan dinamika masyarakat secara lebih terukur.


29. Dari Data Penduduk Menuju Pengetahuan Ruang

Kerangka dokumentasi TARUBALI:

DATA PENDUDUK 
↓ 
PERSEBARAN 
↓ 
STRUKTUR 
↓ 
MOBILITAS 
↓ 
KEBUTUHAN PELAYANAN 
↓ 
TEKANAN RUANG 
↓ 
ANALISIS 
↓ 
PROYEKSI 
↓ 
RENCANA TATA RUANG

Dengan demikian, data kependudukan tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi menjadi bagian dari basis pengetahuan kewilayahan Bali.

Ruang adalah tempat manusia hidup; memahami ruang berarti memahami dinamika masyarakat yang menghidupinya.


Â