Sad Kerthi: Enam Jalan Memuliakan Kehidupan Bali
Memahami Sad Kerthi sebagai enam jalan memuliakan kehidupan Bali: Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Artikel ini menghubungkan kearifan lokal dengan hubungan manusia, alam, kebudayaan, dan tanggung jawab penataan ruang untuk keberlanjutan Gumi Bali.
Hidup yang Menghidupi, Urip yang Menguripi: Wejangan Leluhur Bali tentang Alam dan Kelangsungan Kehidupan
Menyelami wejangan leluhur Bali yang dikaitkan dengan Lontar Batur Kalawasan tentang menjaga gunung, laut, dan lingkungan sebagai sumber kehidupan. Artikel ini menghubungkan kearifan lokal, Sad Kerthi, Tri Hita Karana, dan tanggung jawab penataan ruang untuk keberlanjutan Gumi Bali.
Rwa Bhineda: Keselarasan dalam Perbedaan
Memahami Rwa Bhineda sebagai kearifan lokal Bali untuk membaca perbedaan, relasi, dan keseimbangan dalam kehidupan. Artikel ini menghubungkan manusia dan alam, hulu dan hilir, ruang publik dan privat, serta pembangunan dan pelestarian dalam konteks penataan ruang Bali.
Desa Mawacara: Keberagaman, Adat, dan Konteks Lokal
Memahami Desa Mawacara sebagai cara pandang terhadap keberagaman adat, kewenangan Desa Adat, dan konteks lokal di Bali. Artikel ini membahas hubungan Desa Mawacara dan Bali Mawacara, pembentukan awig-awig, serta tantangan menjaga kekhasan tradisi dalam tata kelola bersama.
Tri Semaya: Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali dalam Lintasan Waktu
Memahami Tri Semaya melalui hubungan Alam Bali, Krama Bali, dan Kebudayaan Bali dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan. Literasi ini mengajak kita membaca perubahan ruang, merawat warisan budaya, dan membangun tanggung jawab antargenerasi demi keberlanjutan Gumi Bali.
POLICY BRIEF 07 β MENATA ULANG KONSTRUKSI REGULASI ARSITEKTUR BALI
Kajian mengenai arah penggantian Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung, dengan menguji pilihan konstruksi regulasi, dasar kewenangan, materi muatan, serta hubungan Arsitektur Bali dengan bangunan gedung, penataan ruang, dan pemajuan kebudayaan.
Desa Kala Patra: Ruang yang Selalu Berada dalam Konteks
Memahami Desa Kala Patra sebagai cara pandang terhadap ruang berdasarkan tempat, waktu, dan keadaan. Artikel ini mengajak membaca kembali kearifan lokal Bali dalam arsitektur dan penataan ruang secara kontekstual, tanpa melepaskan nilai budaya, keberlanjutan lingkungan, serta kepastian hukum.
Tri Angga: Tubuh, Bangunan, dan Keselarasan Ruang
Memahami Tri Angga sebagai cara membaca tubuh bangunan melalui hubungan Utama, Madya, dan Nista, seperti kepala, badan, dan kaki. Literasi ini mengajak melihat bangunan bukan sekadar bentuk fisik, tetapi sebagai kesatuan yang menghubungkan manusia, ruang, tanah, lingkungan, budaya, proporsi, dan kehidupan.
Lebuh: Ruang Peralihan antara Dalam dan Luar
Memahami Lebuh sebagai ruang peralihan yang menghubungkan rumah, pekarangan, jalan, manusia, dan lingkungan dalam arsitektur Bali. Literasi ini mengajak melihat Lebuh bukan sekadar halaman depan, tetapi sebagai ruang ambang, ruang sosial, ruang budaya, dan bagian penting dari hubungan antara ruang privat dan publik.
POLICY BRIEF 06 β TIGA RAPERDA, SATU ARSITEKTUR REGULASI RUANG BALI
Perbandingan dan sinkronisasi Raperda RTRW, Intensitas Pemanfaatan Ruang dan Tata Bangunan, serta Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung Provinsi Bali.
Natah: Ruang di Tengah Kehidupan
Memahami Natah sebagai ruang terbuka yang menghubungkan bangunan, manusia, alam, aktivitas, dan makna dalam kehidupan Bali. Literasi ini mengajak melihat Natah bukan sekadar halaman atau ruang kosong, tetapi sebagai ruang penghubung, ruang kehidupan, dan pengetahuan arsitektur yang dapat dibaca kembali dalam konteks Bali masa kini.
Sanga Mandala: Sembilan Ruang, Satu Kesatuan Kehidupan
Memahami Sanga Mandala sebagai konsep organisasi ruang yang mempertemukan orientasi, hierarki, fungsi, dan hubungan dalam kehidupan Bali. Literasi ini mengajak melihat sembilan bagian ruang bukan sekadar pembagian geometris, tetapi sebagai satu kesatuan kehidupan yang berkembang dari hubungan KajaβKelod, KanginβKauh, Tri Mandala, serta pengetahuan lokal Bali.