Overtourism dan Alarm Krisis Ruang Bali: Urgensi Pengendalian Investasi dan Rekonfigurasi Tata Ruang Wilayah
Ringkasan Eksekutif Akselerasi pariwisata Bali pascapandemi membawa dampak ganda yang paradoks. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi meningkat tajam; namun di sisi lain, fenomena overtourism telah memicu krisis tata ruang d
Implementasi Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif di Bali: Penguatan Ketahanan Pangan, Perlindungan Lanskap Budaya, dan Pencegahan Praktik Nominee
Studi Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan Secara Nominee Abstract Alih fungsi lahan pertanian produktif meru
Perlindungan Lahan Produktif dan Larangan Kepemilikan Lahan secara Nominee di Provinsi Bali: Kerangka Kebijakan Daerah untuk Kedaulatan Pangan, Keadilan Agraria, dan Ketahanan Ekologis
Abstract Lahan produktif merupakan elemen strategis dalam menopang kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi masyarakat, dan keseimbangan ekologis wilayah. Di Provinsi Bali, laju alih fungsi lahan produktif dan maraknya pra
Integrasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 dan Instruksi Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2025 dalam Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Abstrak Dinamika pembangunan nasional dan daerah menunjukkan adanya ketegangan struktural antara percepatan investasi dan perlindungan sumber daya lahan pertanian. Di Bali, tekanan alih fungsi lahan meningkat seiring dom
PARADOKS SAWAH BALI: Dibelenggu Regulasi Kuat, Petani Tak Tersentuh, Alih Fungsi Terus Berjalan di Sarbagita
Pendahuluan: Ironi di Tanah Dewata Bali, dengan bentang sawah yang telah diakui UNESCO sebagai Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy (2012), kini mengh
Revitalisasi Tarubali: Komitmen Bali Kendalikan Alih Fungsi Lahan Produktif
Dalam Lontar Wrhaspati Tattwa, ditegaskan bahwa: "I Raga tan wenang wanehaken tanah i lara, kunang nika wanehaken ri sang lwirnya, yadiapin wanehaken, hilang ta nika phalaning subhakarma." (Artinya: Tanah bukan sekadar b
