Mārkaṇḍeya dan Ingatan Ruang Bali: Dari Alam, Tempat, hingga Kehidupan
Menggali tradisi dan pemaknaan Mārkaṇḍeya dalam khazanah Bali sebagai pintu untuk memahami hubungan manusia, alam, tempat, dan kehidupan. Sebuah literasi awal untuk membaca Gumi Bali bukan sekadar wilayah, tetapi sebagai ruang kehidupan yang memiliki nilai spiritual, sosial, ekologis, dan budaya.
Bhuwana Agung, Bhuwana Alit, Gumi Bali: Memahami Ruang sebagai Kehidupan
Menggali hubungan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit, serta makna Gumi Bali dan Jagat Bali sebagai ruang kehidupan. Literasi ini mengajak memahami penataan ruang dan arsitektur Bali bukan semata sebagai pengaturan fisik, tetapi sebagai bagian dari hubungan manusia, alam, budaya, spiritualitas, dan kehidupan antargenerasi.
Taksu dan Jati Diri Bali dalam Penataan Ruang dan Arsitektur: Merawat Jiwa Ruang Bali di Tengah Perubahan
Menggali Taksu, jati diri, dan kearifan lokal Bali sebagai landasan nilai dalam penyelenggaraan penataan ruang dan arsitektur bangunan gedung, agar pembangunan Bali tetap berkembang tanpa kehilangan hubungan dengan budaya, masyarakat, alam, dan tempatnya.
Konsep Sanga Mandala dalam Arsitektur Tradisional Bali
Memahami Sanga Mandala sebagai konsep organisasi ruang Bali yang menghubungkan orientasi, hierarki, fungsi, dan kehidupan dalam arsitektur tradisional.



