Tri Angga: Tubuh, Bangunan, dan Keselarasan Ruang
Memahami Tri Angga sebagai cara membaca tubuh bangunan melalui hubungan Utama, Madya, dan Nista, seperti kepala, badan, dan kaki. Literasi ini mengajak melihat bangunan bukan sekadar bentuk fisik, tetapi sebagai kesatuan yang menghubungkan manusia, ruang, tanah, lingkungan, budaya, proporsi, dan kehidupan.
Lebuh: Ruang Peralihan antara Dalam dan Luar
Memahami Lebuh sebagai ruang peralihan yang menghubungkan rumah, pekarangan, jalan, manusia, dan lingkungan dalam arsitektur Bali. Literasi ini mengajak melihat Lebuh bukan sekadar halaman depan, tetapi sebagai ruang ambang, ruang sosial, ruang budaya, dan bagian penting dari hubungan antara ruang privat dan publik.
Ketentuan Ketinggian Maksimum dan Minimum Bangunan di Provinsi Bali: Harmonisasi Regulasi Teknis dan Filosofi Tri Hita Karana
Abstrak Penelitian ini bertujuan menelaah secara akademis ketentuan ketinggian bangunan di Provinsi Bali, yang secara fundamental didasarkan pada dualitas antara kearifan lokal (local wisdom) dan standar teknis perencana


