Morfologi dan Perannya dalam Analisis Kemampuan Lahan di Provinsi Bali
a. Pengertian dan Peran Morfologi Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi dan proses pembentukannya melalui dinamika geologi serta geomorfologi dalam jangka waktu yang panjang. Bentuklahan (landfo
Masterplan Nusa Penida: Menyeimbangkan Konservasi, Energi Bersih, dan Jati Diri Spiritual
Pendahuluan: Urgensi Pembangunan Berbasis Konservasi Kawasan Nusa Penida—termasuk Nusa Lembongan dan Ceningan—telah menjelma menjadi ikon pariwisata kelas dunia. Namun, di balik pesatnya perkembangan tersebut, muncul tan
Metode Analisis Kemampuan dan Kesesuaian Lahan dalam Penyusunan RTRW: Pendekatan Integratif Berbasis GIS dan Penilaian Skor
Oleh: Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali A. Pendahuluan Ruang merupakan sumber daya terbatas yang harus dikelola secara hati-hati agar tidak terjadi ketidakseimbangan ant
Telaah Ketentuan Khusus dalam RDTR: Penguatan Zonasi Adaptif Pasca-Banjir Bali 2025
Refleksi atas Perencanaan Spasial, Pengendalian Risiko, dan Ketahanan Lingkungan di Bali I. Pendahuluan Bencana banjir yang melanda Bali pada 9–10 September 2025 menandai titik balik penting dalam praktik penataan ruang
Pelindungan Niskala dan Sakala: Harmonisasi Spiritualitas dan Tata Kelola Air Bali Pasca-Banjir 2025
Telaah atas Pasal 6–8 Pergub Bali No. 24 Tahun 2020 I. Pendahuluan Setelah bencana banjir besar yang melanda Bali pada September 2025, muncul kesadaran baru bahwa pelindungan lingkungan tidak dapat diserahkan hanya pada
Pasca-Banjir Bali 2025: Reaktualisasi Pergub Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut
I. Pendahuluan Peristiwa banjir besar yang melanda Bali pada 9–10 September 2025 menjadi titik balik penting dalam penataan ruang dan pengelolaan sumber daya air di Pulau Dewata. Banjir ini tidak sekadar bencana alam, te
Telaahan Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) (Refleksi untuk Implementasi di Provinsi Bali)
1. Pendahuluan Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal merupakan salah satu elemen penting dalam Peraturan Zonasi (PZ) yang melekat pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).Ketentuan ini memastikan bahwa setiap zona peruntuk
Kondisi Sosial Ekonomi Budaya Masyarakat Bali dan Pengaruhnya terhadap Penyelenggaraan Bangunan Gedung
1. Pendahuluan Pembangunan sarana dan prasarana dasar di Bali, khususnya bangunan gedung, tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis dan tata ruang, tetapi juga oleh keragaman kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyaraka
Kemudahan Akses Penyedia Jasa dan Bantuan Konsultansi Teknis: Strategi Percepatan Implementasi PBG–SLF di Daerah
1. Pendahuluan Dalam rangka penyusunan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, pemerintah pusat melalui Direktorat Bina Pen
Ketentuan Tata Bangunan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR): Antara Regulasi Teknis dan Kearifan Arsitektur Lokal Bali
1. Pendahuluan Ketentuan tata bangunan merupakan salah satu komponen penting dalam RDTR yang berfungsi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta karakter visual kawasan.Sebagaimana diatur dalam Lampiran IV Peratur
Telaahan Kebijakan: Membangun Bali yang Berkelanjutan dan Berbasis Kearifan Lokal Pasca-Banjir 10 September 2025
1. Latar Belakang Peristiwa banjir besar yang melanda kawasan Sarbagita (Denpasar–Badung–Gianyar–Tabanan) pada 10 September 2025 menjadi peringatan serius bagi arah pembangunan Bali.Banjir kali ini berbeda: bukan lagi ak
KETENTUAN INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG DAN TATA BANGUNAN DALAM RDTR
1. Pendahuluan Intensitas pemanfaatan ruang merupakan parameter utama dalam peraturan zonasi (PZ) yang mengatur seberapa padat suatu zona dapat dibangun.Ketentuan ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara ruang ter